Energi Surya Jadi Andalan, PATS Samosir Aliri 82 Hektare Sawah dan Bantu 749 Petani

topmetro.news, SAMOSIR — Pemanfaatan energi terbarukan untuk memperkuat ketahanan pangan mulai diwujudkan secara nyata di Kabupaten Samosir. Pompa Air Tenaga Surya (PATS) di Desa Sibonor Ompu Ratus, Kecamatan Nainggolan, resmi diresmikan pada Sabtu (3/10/2026).

Peresmian dilakukan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo bersama Bupati Samosir Vandiko T. Gultom. Turut hadir Deputy Development Director UKFCDO di Jakarta Freddie Brunt, Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas Mohamad Rahmat Mulianda, Direktur Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas Jarot Indarto, Kepala Bapperida Sumatera Utara Dikky Anugerah, Team Leader LCDI-OPML Arnold Sitompul, perwakilan Kementerian Dalam Negeri serta Forkopimda Samosir.

PATS Sibonor Ompu Ratus merupakan inovasi teknologi rendah karbon yang dirancang untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Fasilitas tersebut memanfaatkan energi matahari untuk menggerakkan pompa yang mengambil air dari Danau Toba, kemudian menyalurkannya melalui jaringan distribusi menuju lahan persawahan masyarakat.

Dengan kapasitas 69,3 kilowatt, PATS tersebut pada kondisi penyinaran matahari optimal mampu memasok sekitar 1.700 hingga 1.900 meter kubik air per hari.

Fasilitas ini dirancang untuk mengairi sekitar 82 hektare sawah tadah hujan dan memberikan manfaat kepada 749 petani. Sebelumnya, sebagian besar petani hanya dapat melakukan penanaman satu kali dalam setahun karena sangat bergantung pada curah hujan.

Dengan ketersediaan air yang lebih terjamin, frekuensi tanam diharapkan meningkat. Produksi padi yang sebelumnya sekitar 50 ton per tahun diproyeksikan meningkat menjadi 150 ton per tahun.

Selain meningkatkan produktivitas pertanian, penggunaan energi surya juga memberikan dampak terhadap efisiensi biaya dan lingkungan. Penggantian pompa berbahan bakar fosil dengan energi surya diproyeksikan mampu mengurangi emisi sekitar 10,18 ton CO2e per tahun.

Kementerian PPN/Bappenas menyebut penggunaan PATS juga dapat menekan biaya operasional irigasi petani karena tidak lagi bergantung pada bahan bakar fosil untuk mengoperasikan pompa.

Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo Adypurnama alias Teguh Sambodo mengatakan peresmian PATS menjadi momentum penting untuk melihat bagaimana perencanaan pembangunan nasional diterjemahkan menjadi aksi nyata di daerah.

Menurutnya, pemanfaatan energi matahari sebagai penggerak pompa memberikan kepastian ketersediaan air bagi petani sekaligus membuka peluang pengelolaan lahan secara lebih tepat waktu.

“Energi matahari dialirkan menjadi energi penggerak pompa air menuju sawah dan ladang masyarakat. Ketersediaan air yang pasti dan terencana membuka peluang bagi masyarakat untuk mengelola lahan dengan ketepatan waktu, mengurangi pengeluaran operasional dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian,” ujarnya.

Pembangunan PATS tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kerajaan Inggris dalam mendorong pembangunan rendah karbon.

Teguh menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Inggris atas dukungan terhadap agenda pembangunan rendah karbon, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi. Apresiasi juga diberikan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemkab Samosir, pemerintah desa, pengurus P3A-PATS Mual Hangoluan serta para petani yang menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan fasilitas tersebut.

Ia menilai keberadaan PATS di Samosir memperlihatkan keterkaitan antara ketahanan pangan, ketahanan energi dan kelestarian lingkungan. Program tersebut juga dinilai mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Teguh turut menyoroti perkembangan sejumlah indikator makro Kabupaten Samosir. Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Samosir berada di kisaran 5 persen, angka kemiskinan 11,63 persen dan tingkat pengangguran terbuka 0,89 persen.

“Keberhasilan proyek ini melengkapi berbagai pencapaian makro dari Kabupaten Samosir. Kita menyaksikan Samosir mencatatkan tren pertumbuhan ekonomi yang positif dan stabil di kisaran 5 persen, berhasil menekan angka kemiskinan menjadi 11,63 persen serta menurunkan tingkat pengangguran terbuka hingga mencapai 0,89 persen,” ungkap Teguh.

Keberhasilan PATS Sibonor Ompu Ratus selanjutnya menjadi pembelajaran untuk pembangunan PATS di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu.

PATS Pakpahan dirancang untuk mengairi sekitar 73 hektare sawah tadah hujan dengan penerima manfaat sekitar 903 petani. Produksi padi di kawasan tersebut diproyeksikan meningkat dari 96 ton menjadi sekitar 288 ton per tahun, sedangkan potensi penurunan emisinya mencapai sekitar 7,32 ton CO2e per tahun.

“Dengan pembelajaran yang ada di desa ini, secara akumulatif intervensi energi bersih di kedua desa ini diproyeksikan akan memberikan nilai tambah ekonomi lebih dari Rp2 miliar per tahun bagi masyarakat lokal. Samosir ini berdiri sebagai model percontohan nasional untuk pembangunan rendah karbon berbasis komunitas yang siap direplikasi di penjuru Indonesia,” kata Teguh.

Usulan Masyarakat

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom mengatakan pembangunan PATS berawal dari usulan masyarakat Kabupaten Samosir yang kemudian diteruskan melalui Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Kementerian PPN/Bappenas hingga mendapat dukungan Pemerintah Kerajaan Inggris.

“PATS ini merupakan usulan dari masyarakat Kabupaten Samosir yang diteruskan kepada pemerintah atasan, mulai dari Bapak Gubernur dan Kementerian Bappenas, hingga akhirnya disetujui oleh Kedutaan Besar Inggris dan dibawa menjadi program di Kabupaten Samosir,” kata Vandiko.

Menurutnya, pembangunan PATS merupakan bentuk komitmen Pemkab Samosir dalam mendorong pembangunan daerah melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan mitra pembangunan.

Vandiko menilai penggunaan energi terbarukan juga menjadi solusi bagi petani untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil sekaligus menekan biaya operasional.

“Dengan pembangunan ini sangat membantu masyarakat dan petani, khususnya dalam menyiasati ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Biaya operasional juga sudah berkurang,” ujarnya.

Vandiko juga mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan ruang sehingga jaringan pipa PATS dapat dibangun hingga melewati kawasan permukiman warga.

Ia mengajak masyarakat ikut menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Harapan kami, dengan adanya program ini mari kita bersama-sama menjaga dan merawat apa yang telah dibangun di daerah kita dengan baik. Jangan hanya bisa meminta, tetapi kita juga harus tahu mengucap syukur dan berterima kasih dengan cara menjaga serta merawat fasilitas ini,” katanya.

Pemkab Samosir, lanjut Vandiko, akan mendukung skema perawatan PATS sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaannya agar tumbuh rasa memiliki terhadap fasilitas tersebut.

Vandiko juga menyambut pembangunan PATS berikutnya di Desa Pakpahan, Kecamatan Onan Runggu. Menurutnya, terpilihnya Samosir untuk mendapatkan lebih dari satu program PATS menjadi kesempatan penting untuk memperluas manfaat energi terbarukan bagi sektor pertanian.

“Kita bersyukur karena dari 540 kabupaten/kota di Indonesia, Kabupaten Samosir tidak hanya mendapatkan satu, tetapi usulan yang kedua juga sudah diakomodir. Tentu kami atas nama Pemerintah Kabupaten Samosir mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Dorong Transisi Energi di Sumut

Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Kepala Bapperida Sumatera Utara Dikky Anugerah menyampaikan dukungan Pemprov Sumut terhadap implementasi pembangunan nasional di daerah.

Dikky menyebut PATS di Samosir menjadi salah satu bentuk implementasi transisi energi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Kita ingin menjadikan Samosir sebagai bagian dari pembelajaran bahwa pembangunan rendah karbon dapat dimulai dari desa, hadir di tengah sawah, digerakkan oleh energi bersih, meningkatkan produksi pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.

Ia berharap keberadaan PATS dapat memberikan manfaat berkelanjutan sekaligus menjadi awal semakin luasnya pemanfaatan energi terbarukan untuk sektor pertanian di Sumatera Utara.

Sementara itu, Deputy Development Director UKFCDO Jakarta Freddie Brunt mengatakan pembangunan PATS merupakan bagian dari upaya mewujudkan ketahanan iklim, perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kerja sama UKFCDO dan Bappenas menunjukkan bagaimana kebutuhan air petani dapat dijawab melalui teknologi bersih yang mendukung produktivitas sekaligus mengurangi emisi.

Freddie mengapresiasi Pemkab Samosir, Bapperida Sumatera Utara, Bappenas, pemerintah desa, petani dan masyarakat yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan pembangunan tersebut.

“Inisiatif ini diharapkan menjadi contoh kepemilikan lokal yang berkelanjutan, dengan pembelajaran yang dapat direplikasi di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Dikelola Petani

Pengelolaan PATS di tingkat masyarakat dilakukan melalui kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) PATS Mual Hangoluan.

Kelembagaan tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam memastikan operasional, pemeliharaan dan keberlanjutan fasilitas PATS sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

Peresmian PATS juga ditandai dengan penyematan ulos oleh Bupati Samosir bersama tokoh masyarakat kepada rombongan Bappenas, UKFCDO dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Penyematan ulos menjadi ungkapan sukacita, penghargaan dan terima kasih masyarakat atas dukungan berbagai pihak terhadap pembangunan di Kabupaten Samosir.

Dengan hadirnya PATS, energi matahari tidak hanya menjadi sumber energi bersih, tetapi juga menjadi penggerak baru bagi pertanian, produktivitas dan kesejahteraan petani di Samosir.

Penulis: Ril

Related posts

Leave a Comment